TUGAS VIDEOGRAFI — KELOMPOK ANGKA

EMPAT GERAKAN
KAMERA SINEMATIK

Panning, tilting, dolly, dan side tracking — fungsi, teknik pengambilan, jenis, pengaturan kamera, hingga hasil visualnya. Jelajahi tiap teknik lewat lembar naskah interaktif, lalu tonton contohnya langsung di monitor.

LIVE VIEWFINDER
9:16 · 24fps
A24 · 00:00:00:00
9 : 16
GERAKAN 01

Panning

Poros tetap — gerak menoleh horizontal
White · Original
INT. LOKASI SYUTING — SIANG

Kamera menggeleng ke kiri/kanan dari satu poros tetap, seperti kepala menoleh tanpa memindah posisi kaki. Digunakan untuk memperluas ruang pandang penonton melampaui batas frame.

  • Membangun konteks lokasi (establishing scene) secara perlahan.
  • Mengikuti subjek yang bergerak agar tetap dalam frame.
  • Mengungkap objek tersembunyi secara dramatis (the reveal).
  • Menghubungkan dua subjek tanpa memotong gambar.
  • Gunakan tripod fluid head agar gerakan mulus.
  • Handheld: putar tubuh bagian atas dari pinggul, bukan hanya tangan.
  • Lakukan rehearsal sebelum rekam.
  • Aturan 3 detik: diam-gerak-diam di awal & akhir.
  • Standard Pan — kecepatan lambat/sedang untuk memperkenalkan suasana.
  • Whip Pan — sangat cepat, blur, dipakai sebagai transisi.
  • Tracking Pan — menjaga subjek cepat tetap di tengah frame.
  • Tilt (bukan pan) — gerak vertikal, dibahas terpisah.
  • Shutter speed 2x frame rate (24fps → 1/50s).
  • Filter ND untuk menjaga shutter tetap lambat di siang hari.
  • Matikan stabilisasi di tripod, nyalakan saat handheld.
  • Fokus manual — hindari autofocus "hunting".

Berkualitas

  • Gerakan mulus & konstan
  • Motion blur alami
  • Punya motivasi naratif
  • Diam kuat di awal & akhir

Kurang Baik

  • Tersendat / jittery
  • Efek strobo/patah-patah
  • Gerak tanpa arah
  • Terpotong mendadak
GERAKAN 02

Tilting

Poros tetap — gerak menoleh vertikal
Blue · Revised
EXT. GEDUNG TINGGI — SORE

Kamera diam di satu titik, hanya sudutnya yang bergerak naik (tilt up) atau turun (tilt down) untuk menegaskan tinggi, kedalaman, atau membangun ketegangan secara bertahap.

  • Mengarahkan perhatian penonton secara vertikal.
  • Menegaskan tinggi/kedalaman subjek (gedung, tokoh, monumen).
  • Membangun ketegangan dan mengungkap detail bertahap.
  • Kamera tetap di satu posisi (biasanya tripod).
  • Hanya sudut kamera yang bergerak naik/turun.
  • Gerakan harus mulus, stabil, dan terkontrol.
  • Tilt Up — dari sudut rendah ke tinggi, kesan megah/superior.
  • Tilt Down — dari sudut tinggi ke rendah, mengarahkan ke detail di bawah.
  • Tripod fluid head untuk stabilitas.
  • 24fps sinematik / 30fps standar / 60fps untuk slow-motion.
  • Shutter speed ±2x frame rate (180° shutter rule).
  • Kecepatan gerak konsisten, jangan terburu-buru.
GERAKAN 03

Dolly

Kamera berpindah — mendekat / menjauh
Pink · Revised
INT. RUANG UTAMA — MALAM

Seluruh badan kamera berpindah mendekat atau menjauhi subjek, memberi kesan kedalaman dan realisme yang tak bisa dicapai hanya dengan zoom lensa.

  • Menciptakan kedalaman & realisme lebih kuat dari zoom.
  • Mengikuti karakter dan mengungkap informasi baru.
  • Menambah dampak emosional dan membangun ketegangan.
  • Kamera dipasang di dolly, slider, atau gimbal.
  • Posisi kamera berubah, fokus tetap terjaga pada subjek.
  • Gerakan harus stabil, bebas guncangan.
  • Dolly In — mendekat, menekankan emosi & detail penting.
  • Dolly Out — menjauh, memperlihatkan lingkungan/isolasi.
  • Gunakan dolly/slider/gimbal/stabilizer.
  • 24/30/60fps sesuai kebutuhan (sinematik–slow motion).
  • Shutter speed ±2x frame rate.
  • Continuous autofocus atau follow focus manual.
  • Kecepatan konsisten, hindari start/stop mendadak.
GERAKAN 04

Side Tracking

Kamera berjalan sejajar dari samping subjek
Yellow · Revised
EXT. JALAN SETAPAK — PAGI

Seluruh badan kamera bergerak paralel di samping subjek yang berjalan atau berlari, menciptakan efek paralaks dan kedekatan emosional seolah penonton ikut berjalan bersama.

  • Mengikuti pergerakan subjek dari arah samping.
  • Membangun kedekatan emosional lewat sudut profil.
  • Memperlihatkan perubahan latar belakang secara dinamis.
  • Kamera bergerak paralel dengan subjek dari samping.
  • Alat: dolly, slider, stabilizer, atau gimbal.
  • Beda dengan panning: seluruh badan kamera ikut berpindah, bukan hanya menoleh.
  • Parallel Tracking — sejajar, jarak & kecepatan konstan.
  • Tracking In/Out — perlahan mendekat atau menjauh sambil menyamping.
  • Profile Tracking — fokus penuh pada siluet/profil 90°.
  • Shutter speed ±2x frame rate (180° rule).
  • AF-C dengan eye/face tracking, atau follow focus manual (f/4–f/5.6).
  • Lensa wide (24–35mm) untuk efek paralaks kuat; telephoto untuk pemisahan subjek.
  • IBIS atau gimbal untuk meredam guncangan langkah.
  • Efek paralaks — latar jauh terlihat bergerak lebih lambat, memberi ilusi kedalaman 3D.
  • Visual mengalir & stabil, fokus tetap pada subjek meski latar terus berubah.
DAILIES

Monitor Playback

Pilih lensa untuk memutar contoh videonya
Belum ada footage dipilih.
Klik salah satu tombol lensa di bawah untuk memutar video.